Ekonomi Perempuan Bergerak
Simpan Pinjam Perempuan Penyebabnya
Desa Wonokerso terdiri dari 7 dusun dengan jumlah penduduk 2329 jiwa . Hampir 100 % penduduk Wonokerso bekerja sebagai petani. Sebanyak 1600 orang tamat SD, 601 orang tidak sekolah dan yang lulus dari perguruan tinggi hanya 10 orang. Ini menunjukkan kesadaran akan dunia pendidikan masih kurang.
Namun demikian kerukunan warga tengger ini patut diacungi jempol. Kegiatan – kegiatan baik bersifat keagamaan dan social berjalan dengan baik tanpa membedakan strata pendidikan .
Sekitar 8 tahun yang lalu berdiri cikal bakal kelompok simpan pinjam Saraswati, yang berawal dari perkumpulan kerohanian , yang mengambil nama dari Dewi saraswati yang merupakan simbul ilmu pengetahuan sebagai motivasi dari perempuan Tengger untuk meningkatkan kesejahateraan terutama kaum ibu-ibu. Awal kegiatan mula sebagai pertemuan rohani Hindu setiap Minggu Kliwon.,dan Arisan ibu – ibu seperti pada umunya . Kemudian Terbetik pikiran untuk mengembangkan bukan hanya sekedar pertemuan biasa , tapi menjadi pertemuan yang bernilai guna.
Maka tangga 30 pada bulan desember 2001 dibentuklah perkumpulan yang ada nilai ekonominya yaitu perkumpulan arisan Kliwonan sebesar 50000. Dari dana tersebut dirasakan banyak manfaatnya terutama ketika kebutuhan ekonomi mendesak maka uang arisan tersebut bisa dimanfaatkan anggota yang memerlukan, tanpa dipungut bunga sepeserpun. Lambat laun banyak masyarakat yang ingin bergabung dalam kelompok arisan tersebut. Sehingga tergabunglah sebanyak 85 orang kelompok arisan.
Bertepatan dengan program PPK
tahun 2003 di
kecamatan Sumber, kelompok
tersebut berubah menjadi kelompok Simpan Pinjam, Dengan nama Kelompok Simpan pinjam saraswati. Di
awal
kegiatan yang memanfaatkan simpan pinjam
hanya 20 orang dengan jumlah pinjaman Rp 9.500.000,-. Sebagai bagaian dari ketentuan program PPK selain pinjam maka
kelompok harus menabung. Dari tabungan kelompok tabungan
terkumpul dana tabungan sebesar Rp 400. 000,- yang berasal dari tabungan Rp 20.000 per
orang. Selain tabungan itu, kelompok juga ada tabungan sukarela, sehingga
terkumpul modal yang
oleh kelompok menjadi aset yang penting. Dari asset itu kemudian digulirkan ke anggota yang memenuhi syarat dan belum mendapat pinjaman dari pihak lain dengan ketentuan pinjaman dengan tempo 5 bulan lunas sekali angusaran plus bunganya. Dan Tempo 10 bulan 2 kali angsuran .
Seiring dengan manfaat yang diterima , kelompok ini
terus berkembang baik dari jumlah anggota maupun asset
yang dimiliki kelompok.
Saat ini Kelompok Saraswati mempunyai kelompok- kelompok kecil
yang terdiri antara 10-15 orang . Kelompok yang aktif sebanyak 15 kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 250 orang.
Kelompok Saraswati sekarang dipimpin oleh Bu
Suparsi sebagai. Ketua inti kelompok Saraswati. Ibu Suparsi menjelaskan bahwa keberadaan kelompok ini sangat berpengaruh
terhadap
perekonomian
keluarga,
karena
dapat memberikan
tambahan modal usaha, tanpa persyaratan
rumit. Di kelompok ini juga berfungsi wadah untuk menabung, yang dari tabungan juga digulirkan ke
peminjam sehingga dari tabungan
kelompok juga mendapat bagi hasil.
Sedangkan kiat-kiat
yang dikembangkan
agar tidak
terjadi tunggakan
adalah
sebagai berikut
:
1. Pertemuan rutin, sebagai ikatan kelompok dengan kegiatan arisan, keagamaan dan bimbingan kelompok.
2. Komunikasi dan penanaman kesadaran kepada anggota.
3. Penggunaan pinjaman bukan untuk kegiatan konsumtif tapi untuk modal usaha pertanian
4. Adanya tabungan dan pelaksanaan tanggung renteng.
Ibu dua orang anak ini juga menjelaskan rencana pengembangan kelompok, Dia berharap kelompok ini mempunyai sebuah wadah (koperasi/usaha dagang) yang mampu
menyediakan kebutuhan anggota kelompok terutama kebutuhan pupuk, benih, dan obat- obat pertanian. Dengan wadah tersebut diharapkan juga dapat melayani kebutuhan selain anggota.
Dengan
modal
kelompok
yang
saat ini sudah berjumlah Rp. 10.000.000,- mudah-mudahan
apa yang
dicita-citakan kelompok simpan
pinjam Saraswati dapat terwujud.
Dibuat Oleh :
FK Sumber

