Kamis, 17 Oktober 2013


Pengolahan Gedung
PUSTU (Puskesmas Pembantu)
Hasil Pembangunan Masyarakat

PNPM Mandiri Perdesaan




Latar Belakang

Desa Karangrejo, merupakan salah satu Desa di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo Propinsi Jawa Timur yang terdiri dari 5 (lima) Dusun, Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Resongo, Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tukul dan Ampel Gading Kecamatan Sumber, Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Babor Kecamatan Sumber, Sedangkan Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kedasih Kecamatan Sukapura.

Desa Karangrejo mempunyai luas wilayah 949.559 Ha dengan jumlah Penduduk sebanyak 4.571 Jiwa terdiri dari Lk : 2.164, Pr : :2.407, dari jumlah penduduk terdapat rumah tangga miskin yang jumlahnya cukup banyak, dan tersebar hampir di seluruh rukun tetangga yang ada di desa Karangrejo mayoritas sebagai petani dan buruh tani

Desa Karangrejo terdiri dari 5 (lima) Dusun yaitu : Dusun Semambung, Dusun Toyanganti , Dusun Karangrejo, Dusun Jati serta Dusun Bunot yang Secara topografis, Desa Karangrejo relatif pada hamparan dataran tinggi yang banyak tegalnnya, juga belum memiliki Pusat pelayanan Kesehatan. Pada Tahun 2011 melalui Proses MKP / Musdus ditindak lanjuti dalam Musyawarah Desa Perencanaan melalui MDKP (Musyawarah Desa Khusus Perempuan) diperoleh Usulan Prioritas Pembangunan Gedung PUSTU (Puskesmas Pembantu) guna Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang belum memperoleh Pelayanan Kesehatan secara Layak.
Gedung PUSTU (Puskesmas Pembantu) Desa Karangrejo kecamatan Kuripan
Gedung PUSTU yang Berdiri diatas Tanah Desa yang bersebelahan dengan Kantor Kepala Desa Karangrejo

Suatu Kebutuhan
Sejak lama masyarakat Desa Karangrejo menginginkan mempunyai Tempat Pelayanan Kesehatan untuk kegiatan Persalinan, Rawat Inap yang diusulkan melalui Pemerintah Desa agar diupayakan untuk segera mewujudkan impian masyarakat Desa Karangrejo untuk memiliki Tempat Pelayanan Kesehatan yang dapat membantu masyarakat Desa dalam upaya peningkatan Pelayanan Kesehatannya.

Tahapan dalam Kegiatan
Dengan adanya PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, berawal dari MAD Sosialisasi dan Musyawarah Desa (MD) Sosialisasi, kemudian dilanjutkan dengan Penggalian Gagasan ditingkat Dusun yang mana Masyarakat Desa Karangrejo menginginkan didirikan Tempat Pelayanan Kesehatan / Pembangunan Gedung PUSTU (Puskesmas Pembantu). Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya usulan ditetapkan di MD Perencanaan, untuk selanjutnya dinilai kelayakannya oleh Tim Verifikasi, sehingga masuk dalam MAD Prioritas Usulan dan ternyata dalam Proses MAD Prioritas usulan Usulan Pembangunan Gedung PUSTU (Puskesmas Pembantu) di Desa Karangrejo masuk Prioritas Usulan Rangking 8 ( delapan ) kemudian dilakukan MAD Penetapan Usulan kemudian ditetapkan oleh Camat Kuripan melalui SPC untuk Pembangunan Gedung PUSTU (Puskesmas Pembantu) Dusun Bunut berdasarkan RAB dan Desain mendapatkan BLM dari PNPM Mandiri Perdesaan Tahun 2011 Sebesar Rp 273.213.000,- (Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tiga Belas Ribu Rupiah) untuk Pembangunan 1 Unit 4 Lokal Gedung PUSTU (Puskesmas Pembantu) dengan luas bangunan 6 x 23 Meter (138 M²).

Tahapan Pelaksanaan
Pada MAD Penetapan Usulan ( MAD III ), Usulan Pembangunan Gedung PUSTU (Puskesmas Pembantu) di Desa Karangrejo dinyatakan terdanai, dengan Alokasi dana sebesar Rp 273.213.000,- (Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tiga Belas Ribu Rupiah) untuk Pembangunan 1 Unit 4 Lokal Gedung PUSTU (Puskesmas Pembantu) dengan luas bangunan 6 x 23 Meter (138 M²). masuk pada tahap pelaksanaan, Pelaksanaan di mulai pada Tanggal 11 Oktober 2011 dimulai dengan Tahapan Pemasangan Pondasi yang berdiri di Tanah Desa di Dusun Bunut tanggal selesai Pelaksanaan pada tanggal 10 Maret 2012.Pada tanggal 24 Maret 2012 Pembangunan Gedung PUSTU (Puskesmas Pembantu) Desa Karangrejo mendapatkan kunjungan dari Staff Ahli Kepresidenan didampingi oleh Bappemas Kabupaten Probolinggo dan seluruh Pelaku PNPM-MPd di tingkat Kecamatan Kuripan.


Dampak Pembangunan PUSTU (Puskesmas Pembantu)
Dari hasil Pembangunan PUSTU (Puskesmas Pembantu) yang ada di Desa Karangrejo masyarakat Desa Karangrejo dapat memperoleh kemudahan dalam Pelayanan Kesehatan terutama Pelaksanaan berobat masyarakat yang mudah terjangkau, adanya tempat Praktek Dokter dan Bidan Desa dalam melayani masyarakat yang dahulu tiap hari pulang dan Pergi sekarang sudah disediakan tempat untuk Pelayanan Kesehatan masyarakat, Kegiatan Posyandu yang dahulu dilaksanakan di Area Kantor Desa sekarang sudah di Pusatkan untuk 2 (dua) Kelompok Posyandu Dusun Bunut dan Dusun Karangrejo di Lokasi yang baru sehingga Perkembangan Pertumbuhan Balita dapat terdeteksi dengan Baik khususnya Balita BGM (bawah garis merah) atau Gizi Buruk.





Pelestarian
Pemeliharaan dan Pelestarian bagi Masyarakat Desa Karangrejo dilakukan dengan segera meresmikan dan mengoperasikan Kegiatan PUSTU (Puskesmas Pembantu) bagi masyarakat Desa Karangrejo. Sehingga dengan hasil dari Pasien yang berobat dengan biaya sebesar Rp 1.000,- (seribu rupiah) sebagai ganti alat suntik dan Rp 2.000,- untuk Obat Jenis Puyer sedangkan untuk Obat yang lain bersifat Gratis juga untuk Ibu-Ibu yang melahirkan semua Gratis. Pelestarian diambilakan dari Alokasi Dana ADD untuk kegiatan Posyandu dan Kesehatan yang lain.


Penutup
Sesungguhnya maju dan berkembangnya suatu Daerah itu bergantung dari Generasi penerus yang tersedia, guna menciptakan Generasi Muda sebagai penerus perjuangan yang tangguh maka sedari Dini semua itu dipersiapkan, dalam hal ini masyarakat Desa Karangrejo mempunyai pandangan yang cukup positif guna mencerdaskan kehidupan Bangsa maka bekali generasi penerus perjuangan ini dengan Memberikan Pelayanan Kesehatan yang layak diperuntukkan bagi Ibu-ibu hamil dan melahirkan serta Kegiatan Posyandu yang dapat mendeteksi Balita dengan Gizi yang kurang / BGM (Bawah Garis Merah) sehingga generasi Penerus Perjuangan Bangsa ini dapat hidup Sehat dan Layak.

Kondisi di lapangan
Tempat Pelayanan Kesehatan sangat jauh terletak di Ibu Kota Kecamatan di Desa Kedawung yang jarak dari Wilayah Desa Karangrejo berjarak sekitar 7 Km dengan medan yang sangat terjal (sulit) memerlukan waktu sekitar kurang lebih 30 Menit perjalanan dengan menggunakan Sepada Motor (Transportasi Pribadi) ada suatu kisah yang sangat memilukan seorang Ibu hendak menuju ke Puskesmas Kecamatan Kuripan karena merasakan Kontraksi hendak melahirkan bayi yang dikandungnya ditengah perjalanan yang sangat sulit dan tidak ada Transportasi yang menunjang untuk sampai ke Puskesmas Kecamatan Kuripan akhirnya bayi yang ada di kandungan lahir ditengah jalan dan nyawanya tidak tertolong lagi, sedangkan Nyawa si Ibu masih dapat terselamatkan ada 4 (empat) peristiwa yang sama mengakibatkan bayi meninggal dunia karena terlambat dalam Penanganannya Dengan terjadinya peristiwa tersebut masyarakat Desa Karangrejo yang terdiri dari 5 (lima) Dusun sepakat untuk mengajukan Pembangunan PUSTU (Puskesmas Pembantu) di Dusun Bunut yang lokasinya tepat pada jantung Pemerintahan Desa.

Kamis, 10 Oktober 2013

Bagi Kami, Jalan Telford Ini Adalah Jalan Keluar Dari Kemiskinan


Hasil Jalan Telford
Desa Renteng, Kecamatan Gading kabupaten Probolinggo merupakan salah satu desa yang cukup tertinggal.Terdiri dari 3 dusun, Desa Renteng berbatasan dengan Desa Keben di Sebelah Utara, sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Krucil, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bulupandak; sedangkan sebelah Timur berbatasan dengan Desa Duren. Desa Renteng mempunyai luas 340 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 875 jiwa, 316 KK dimana 313 diantaranya merupakan KK miskin. Masyarakat Desa Renteng mayoritas bekerja pada sektor pertanian. Dengan hampir 100 % warganya adalah RTM,desa Renteng merupakan Desa Merah,artinya artinya bahwa tingkat pertumbuhan ekonominya rendah dibanding dengan desa lainnya di kecamatan gading.

Kondisi di lapangan

Dengan mayoritas penduduknya RTM dan berprofesi sebagai petani, ditambah dengan lekasi yang terpencil diantara hutan, Renteng miskin akan sarana dan prasarana transportasi terutama jalan penghubung antar dusun. Menurut salah satu warga, sedikit sekali program bantuan yang dapat menjangkau lokasi seperti desa yang ditempatinya. Jalan yang masih berbentuk tanah diperparah kontur jalan yang terjal dan berkelok khas pegunungan merupakan salah satu penyebab mengapa dana bantuan minim sekali dianggarkan untuk desa miskin ini. Apabila musim hujan, mayoritas jalan di Renteng berbahaya untuk dilewati kendaraan karena di beberapa bagian struktur tanah tidak stabil atau rawan longsor, selebihnya tanah liat yang lengket dan tidak kalah berbahayanya, sedikit saja kesalahan dalam berkendara dapat mengakibatkan si pengendara terjatuh.

PNPM – MP menjawab kebutuhan masyarakat

Hampir di semua tempat, jalan adalah pintu terbukanya kesempatan untuk peningkatan perekonomian.Ketertinggalan masyarakat desa Renteng pun ditengarai karena minimnya prasarana jalan yang memadai. Oleh karena itu, PNPM – MP merambah daerah sulit seperti Renteng dan melalui serangkaian tahapan ingin merealisasikan keinginan warga tersebut.

Tahapan dalam Kegiatan

Lokasi Pembangunan Jalan Telford
Berawal dari MAD Sosialisasi, masyarakat Renteng mendengar adanya informasi PNPM Perdesaan dapat mendanai berbagai bentuk bantuan termasuk sarana prasarana Jalan. Disitulah masyarakat mempunyai keinginan untuk membangun jalan telford. Usulan masyarakat untuk pembangunan jalan telford itu disampaikan kepada fasilitator PNPM - MP Kecamatan Gading pada saat penggalian gagasan dari tingkat RT dan dibawa hingga ke tingkat kelurahan pada Musyawarah Desa Perencanaan untuk ditetapkan dan kemudian dinilai kelayakannya oleh Tim Verifikasi dan akhirnya masuk menjadi salah satu usulan yang ditetapkan untuk didanai PNPM Perdesaan di Musyawarah Antar Desa.

Tahap Pelaksanaan Pada MAD Penetapan Usulan, usulan Jalan Telfor dari Desa Renteng dinyatakan terdanai, dengan alokasi Rp 61.937.000,-. Masuk pada tahap pelaksanaan, pekerjaan dimulai dengan disertai swadaya masyarakat sebesar Rp 3.063.000,-. Hal ini membuktikan keseriusan masyarakat Renteng dalam mewujudkan usulan mereka. Pelaksanaan dilakukan sepenuhnya oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Sebelum pekerjaan dilakukan, Fasilitator Teknik memberikan Trial kepada para pekerja dengan tujuan setiap pemasangan batu dilakukan dengan baik dan benar. Lokasi pembangunan berada di Dusun Gungsar karena jalan ini merupakan pintu akses ke ibukota kecamatan. Pelaksanaan ini juga aktif dimonitor oleh Kepala Desa Renteng yang mengaku senang PNPM – MP menjawab keinginan warganya. Dana bantuan turun dalam 3 tahap dimana di akhir tiap tahap, PNPM – MP melaksanakan Musyawarah Desa Pertanggung Jawaban (MDPJ) sebagai tempat TPK mempertanggung jawabkan hasil pekerjaan dan penggunaan anggaran dana bantuan. Secara keseluruhan, pekerjaan tersebut diselesaikan TPK dalam waktu 3 bulan.Tukang dan pekerjanya diambilkan dari warga RTM setempat yang memang berprofesi sebagai tukang batu.
Fasilitasi Teknik (Kanan) Memberikan Trial Kepada TPK

Hasil Pelaksanaan
Jumlah pemanfaat dari 3 dusun terdiri dari 915 warga, 562 diantaranya adalah RTM. Setelah pelaksanaan selesai tepat waktu, dan kini masyarakat tak perlu khawatir lagi saat melewati jalan pada waktu hujan. Mereka mulai memandang masa depan saat jalan ini kemudian akan diaspal dan roda pertumbuhan ekonomi di Desa Renteng mulai berputar.

“PNPM-Mandiri Perdesaan tidak hanya mewujudkan impian kami, masyarakat Renteng,tetapi juga memberikan pelajaran kepada kami tentang banyak hal, dari pembuatan administrasi TPK, teknik pelaksanaan hingga pemeliharaan”.

Dampak dari hasil pembangunan

Kini jalan telford itu dilewati warga desa yang lalu lalang ke sawah, ke pasar, bahkan ada beberapa orang staf kecamatan terlihat melintas di jalan telford tersebut. Diharapkan, selain meningkatnya aktifitas warga dalam sektor perekonomian, jalan ini juga dapat membuka peluang untuk mendapatkan bantuan dari program lain yang dulu tidak dapat mengakses Desa Renteng sebagai sasaran bantuan program.

Pelestarian
Dalam Musyawarah Desa Serah Terima, Fasilitator Kecamatan memberikan penjelasan tentang pentingnya pemeliharaan terhadap sarana yang sudah dibangun dengan cara mengajak masyarakat menghitung secara bersama – sama antisipasi kerusakan yang mungkin terjadi.

Pengelolaan Pemeliharaan diserahkan pada Tim Pelaksana Pemeliharaan Prasarana
(TP3) yang sudah dibentuk melalui musyawarah desa. Seluruh dana iuran yang masuk pada TP3 dicatat pada Buku Kas Harian TP3. Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana, setiap bulan diadakan musyawarah untuk membahas permasalahan dan pelaporan pengelolaan dana pemeliharaan.

Penutup
"Jalan hidup bermacam – macam bentuknya, jalan yang terbaik adalah jalan yang kita retas dengan kesabaran dan kerja keras. ."

Suana Baru dan Wajah Baru Pelatihan Pendamping Lokal ( PL ) dan Kader Teknik ( KT ) se Kabupaten Probolinggo Oleh Fasilitator Kabupaten Probolinggo




Probolinggo, 26 September 2013, Untuk menyegarkan kembali energi dan pikiran bagi para Pendamping Lokal ( PL ) dan Kader Teknik ( KT )PNPM MPd se Kabupaten Probolinggo, melakukan Pelatihan Penyegaran Kader-Kader yang ada di tiap – tiap kecamatan.Peserta Pelatihan 42 Orang yang terdiri dari (21 Orang Pendamping Lokal dan 21 Orang Kader Teknik )dari 21 Kecamatan yang ada di kabupaten Probolinggo.Dengan Tingkat Kehadiran 100%. Pelatihan dilakukan serentah sekabupaten Probolinggo di Pondok Wisata Kampoeng Kita Kecamatan Gading.Pada Tanggal 26 s.d 27 September 2013.Acara di buka oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Probolinggo Bapak HERI SULISTYANTO,S,Sos,M.Si
 
Pelatihan ini Merupakan Pelatihan Gabungan Pendamping Lokal dan Kader Teknik yang baru pertama kali di lakukan ditingkat Kabupaten dengan tujuan :
Ø Pemahaman menyangkut standar teknis kegiatan prasarana
Ø Pemahaman menyangkut standar administrasi kegiatan
Ø RKTL untuk TA 2014




1.PANITIA PENYELENGGARA
Pelatihan Pendamping Lokal dan Kader Teknik,yang diambilkan dari anggaran DOK Tahun anggaran 2013 dilaksanakan dengan kepanitian sebagai berikut :
Penanggungjawab:Tim Faskab Probolinggo
OC (Organizing Comite) :
          Ketua/Koordinator:Salman Farisi(UPK Kec Dringu)
          Sekretaris       :  Imron Faisol(UPK Kec Maron)
          Bendahara        :  Eko Novianto(UPK Kec Leces)   
2.NARA SUMBER   : 
a.Drs.Eko Darmawan ( Fasilitator Kabupaten)
b.Wahab Burhani,ST  (Fasilitator Teknik Kabupaten)
c.Bakti Kusumaningrum,ST (Asisten Fastekab)
d.Joko Basuki Nugroho,SP ( Asisten Faskab )
Adapun Materi yang di sampaikan yaitu :
1.       Persiapan Tahapan TA 2014
2.       EDW Dan Safequard
3.       Standard Laporan Dan Adminitrasi
4.       Kemampuan Dasar Teknik
5.       Media Informasi dan Pengelolaan
6.       Study Kasus
Penyampaian Materi Oleh Bpk.Drs.Eko Dermawan (Faskab Pemberdayaan) Tentang Persiapan Tahapan TA.2014

 


Penyampaian Materi Oleh Bpk.Wahab Burhan,ST (Faskab Teknik Kabupaten) Tentang Early Warning Sign (EWS) dan Safeguard           



Penyampaian Materi Oleh Bpk.Bhakti Kusumaningrum,ST (Asst FasTKab) Tentang Standard Laporan Dan Administrasi.






Penyampaian Materi Oleh Bpk.Bhakti Kusumaningrum,ST Tentang Kemampuan Dasar Teknis.




   

Suasana Senam Pagi Pada Hari Ke- 2 Jum’at, 27 September 2013



Kemudian dilanjutkan dengan OutBond







Penyampaian Materi Oleh Bpk.Joko Basuki Nugroho,SP Tentang Media Informasi dan Pengelolaan Sekaligus Penutupan Acara Pelatihan Kader Teknis dan Pendamping Lokal






 Probolinggo, 08 Oktober 2013
Tim OC Pelatihan PL & KT Probolinggo






        

Senangnya Punya Gedung Taman Kanak-kanak di Desa Sendiri


·      Kondisi Desa Gading Wetan

Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading kabupaten Probolinggo merupakan salah satu desa poros. Terdiri dari 4 dusun,  Desa Gading Wetan berbatasan dengan Desa Wangkal di Sebelah Utara, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Krobungan Kecamatan Krucil, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Bulupandak; sedangkan sebelah Timur berbatasan dengan Desa Ranuwurung. Desa Gading Wetan mempunyai luas 367,42 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 1.448 jiwa, 423 KK dimana separuhnya merupakan KK miskin, merupakan desa yang notabene lebih maju dari desa lain karena letaknya yang bersebelahan dengan ibukota kecamatan. Meskipun begitu, sebagai  desa  yang maju, Desa Gading Wetan kurang didukung dengan fasilitas pendidikan yang sesuai dengan jumlah usia sekolah yang ada, terutama fasilitas pendidikan untuk anak usia dini dan TK.


·      Kondisi Pendidikan Anak Didesa Gading Wetan

Dengan jumlah anak usia TK sebanyak 238, Gading Wetan hanya memiliki gedung TK sebanyak 2 buah. Jumlah ini dirasa masyarakat tidak seimbang. Beberapa warga bahkan harus menyekolahkan anaknya di desa sebelah agar anaknya dapat sekolah Taman Kanak Kanak. Hal tersebut diamini oleh Pak Kusdiyanto, warga Dusun Bunot, Gading Wetan. Menurutnya, warga melalui pemerintah Desa telah menyampaikan usulan kepada pemerintah daerah untuk mendirikan fasilitas pendidikan tambahan disesuaikan dengan jumlah usia sekolah, tetapi tak kunjung diakomodir. Sehingga yang terjadi adalah beberapa warga memiliki inisiatif untuk tidak menyekolahkan anaknya, karena terkadang mereka menjumpai Fasilitas Gedung TK di desa tetangga sudah memenuhi quota siswa.


·      PNPM MP menjawab kebutuhan masyarakat

Tidak diakomodirnya usulan masyarakat untuk mengadakan fasilitas pendidikan berupa Gedung TK mengindikasikan bahwa hal tersebut merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat penting dan apabila tidak diakomodasi dapat berdampak negatif terhadap peningkatan kualitas pendidikan masyarakat setempat. Oleh karena itu, PNPM MP
melalui serangkaian tahapan ingin merealisasikan keinginan warga tersebut.


·      Tahapan  dalam Kegiatan

Awalnya masyarakat mendengar adanya pengumuman adanya  undangan  dari  PNPM Perdesaan dimana Kader Desa setempat menyampaikan  bahwa  PNPM  Perdesaan  dapat mendanai berbagai bentuk bantuan termasuk sarana prasarana pendidikan berupa gedung TK. Disitulah masyarakat mempunyai keinginan untuk membangun gedung TK. Pak Kusdiyanto melanjutkan,setelah serangkaian musyawarah dalam rangka menetapkan lokasi pembangunan, usulan masyarakat untuk  pembangunan gedung TK itu disampaikan kepada fasilitator PNPM - MP Kecamatan Gading pada saat penggalian gagasan dari tingkat RT hingga ke tingkat kelurahan untuk ditetapkan sebelum melakukan musyawarah desa dan akhirnya masuk menjadi salah satu usulan yang ditetapkan untuk didanai PNPM Perdesaan di Musyawarah Antar Desa.

                                                                                                                                                                        
Tahap Pelaksanaan
 Pada MAD Penetapan Usulan, usulan Gedung TK dari Desa Gading Wetan dinyatakan terdanai, dengan alokasi Rp 89.129.000,-. Masuk pada tahap pelaksanaan, pekerjaan dimulai dengan disertai swadaya masyarakat sebesar Rp 1.132.000,-.Hal ini membuktikan keseriusan masyarakat Gading Wetan dalam mewujudkan usulan mereka. Pelaksanaan dilakukan sepenuhnya oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang kebetulan diketuai Pak Kusdiyanto. Lokasi pembangunan tepat diseberang rumah Pak Kusdiyanto di Dusun Bunot. Pelaksanaan ini juga aktif dimonitor oleh Kepala Desa Gading Wetan yang mengaku senang PNPM – MP menjawab keinginan warganya. Dana bantuan turun dalam 3 tahap dimana di akhir tiap tahap, PNPM – MP melaksanakan Musyawarah Desa Pertanggung  Jawaban  (MDPJ) sebagai tempat TPK mempertanggung jawabkan hasil pekerjaan dan  penggunaan anggaran dana  bantuan.Secara  keseluruhan, pekerjaan tersebut diselesaikan TPK dalam waktu 3 bulan.Tukang dan pekerjanya diambilkan dari warga RTM setempat yang memang berprofesi sebagai tukang bangunan.

Kondisi Gedung TK 50%
·      Hasil  Pelaksanaan

Jumlah pemanfaat dari 4 dusun terdiri dari 32 KK, yg juga terdiri dari 18 KK RTM. Setelah pelaksanaan selesai tepat waktu, dan kini masyarakat dapat menyekolahkan anaknya di Gedung TK milik desa mereka sendiri. Mereka tak lagi harus menyekolahkan anaknya di desa tetangga yang jaraknya cukup jauh. “Alhamdulillah, bantuan PNPM ini sesuai dengan keinginan warga desa” ungkap Pak Kusdiyanto.
PNPM-Mandiri Perdesaan tidak hanya mewujudkan impian kami, masyarakat Gading
Wetan, tetapi juga memberikan pelajaran kepada kami tentang banyak hal, dari pembuatan administrasi TPK, teknik pelaksanaan hingga pemeliharaan”.

  
Gedung TK berdiri megah

·Dampak  dari hasil pembangunan
   Kini, tiap pagi di depan rumah Pak Kus, selalu ramai karena anak – anak murid TK bermain dan berlarian sembari menunggu bel tanda dimulainya kegiatan  belajar di Gedung TK yang baru didirikan tersebut. Ini membuktikan bahwa  tidak hanya masyarakat saja, bahkan anak – anak tersebut mampu merespon positif akan hadirnya gedung TK baru di desa mereka. Dengan adanya gedung TK ini merupakan bukti bahwa masyarakat dapat menentukan apa yang terbaik bagi mereka dan tentang pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di segala tingkatan masyarakat.
·Pelestarian
Dalam Musyawarah Desa Serah Terima, Fasilitator Kecamatan memberikan penjelasan tentang pentingnya pemeliharaan terhadap sarana yang sudah dibangun dengan cara mengajak masyarakat menghitung secara bersama – sama rencana anggaran biaya operasional pemeliharaan.Pengelolaan Pemeliharaan diserahkan pada Tim Pelaksana Pemeliharaan Prasarana (TP3) yang sudah dibentuk melalui musyawarah desa. Seluruh dana iuran yang masuk pada TP3 dicatat pada Buku Kas Harian TP3. Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana, setiap bulan diadakan musyawarah untuk membahas permasalahan dan pelaporan pengelolaan dana pemeliharaan.



Dibuat oleh :

Zainur Rasyid (FK)

Iwan Haryono, ST (FT)



















tutorial membuat game pong menggunakan scratcth

 perkenalkan nama saya Nama          : Kinanti Citra Kirana  Kelas          :    7A asalamualaikum saya akan memberitahu hasil saya membuat ...