Hari itu tepatnya jum'at bulan September 2012, saya
baru sampai di rumah kontrakan. Sebagai Fasilitator Teknik, baru memfasilitasi
desa pembuatan desain dan Rab untuk usulan jembatan beton. Saya duduk sebentar untuk sekedar menghilangkan penat,
dan kulihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Segera saya beranjak untuk
melaksanakan sholat asyar dan sambil persiapan pulang ke kota asal, maklum
rindu Si kecil anak ku yang pertama saat itu usianya 4,5 tahun. Dalam perjalanan pulang tak terasa sudah sampai di
rumah sekitar pukul 8 malam, sementara istri dan anak ku menyambut kedatanganku
dengan senyum ceria. Setelah menunaikan sholat Isya' dan bercerita-cerita
bersama keluarga tiba-tiba kuterima telpon dari teman sesama fasilitator teknik
yang memberikan khabar bahwa saya bersama beliau telah dipindah tugaskan ke
Kabupaten lain. Mendengar khabar itu setengah tidak percaya, saya
bertanya "info tersebut dari mana?" dan Dia menjawab "di
internet". Dan info tersebut langsung saya sampaikan ke rekan satu
kecamatan bahwa saya telah dipindah tugaskan ke Kabupaten lain. Senin pagi
bergegas saya berangkat ke Kantor UPK sesampai disana ternyata teman-2 pelaku
desa sudah tahu bahwa saya sudah dipindah tugaskan, dan saat itu juga mereka
sudah merencanakan pertemuan mendadak, dan sampailah pada waktu itu kesempatan
saya menyampaikan pesan dan kesan sebelum meninggalkan kecamatan ini.Dalam acara tersebut memang ada beberapa pelaku yang
merasa kehilangan dan agak bingung, dan beliau menyampaikan bahwa saat ini
tahapannya adalah pembuatan Rab, dan kemarin adalah waktu terakhir secara
bersama-sama kita semua menyelesaiakan bersama dengan dipandu Bapak FT. Namun
hari ini Rab telah selesai dan siap untuk diaplikasikan, tapi ternyata FT besok
telah pindah dan saat ini kecamatan kita tidak mendapatkan jatah FT. Namun saya tetap memberi semangat, bahwa dengan
kemampuan kalian saat ini, saya yakin kalian tetap bisa melanjutkan tahapan
selanjutnya dengan baik dan sering-2 lah koordinasi dengan Fas T kabupaten,
beliau akan senang turun ke kecamatan jika diperlukan dan
sampailah pada akhir acara yaitu bersalam-salaman. Besok paginya saya sudah
meluncur ke kabupaten yang baru, ya…. Seperti biasa sebelum sampai di
kecamatan, semua FK dan FT baru, kumpul di kantor Bapemas untuk perkenalan
sekaligus mendapatkan pembekalan dan gambaran umum yang disampaikan oleh Satker
Kabupaten.
Setelah acara berakhir, saya bersama rekan FK menuju
kecamatan. Memang saya merasa ada perbedaan yang menyolok antara daerah
mataraman dan tapal kuda. Malam itu saya menginap di rumah kost FK, sambil
cerita-2 kondisi kecamatan dan karakter masyarakatnya. Besok pagi saya ke UPK
bersama FK, berkenalan dengan pengelola UPK dan saat itu juga bersamaan dengan
rakor KPMD mungkin sekalian acara perkenalan dengan saya, selaku FT yang baru. Saat itu juga bagi saya merupakan momen penting
sebagai langkah awal untuk seorang pendamping. Tibalah saat saya memberikan
sambutan awal perkenalan, seperti biasa saya perkenalkan nama, alamat asal,
lokasi tugas sebelumnya dan status serta sedikit cerita beberapa pengalaman
selama sebagai pendamping.Namun ada beberapa pokok bahasan yang saya sampaikan,
dan sampai dengan saat ini masih membekas pada mereka yaitu pada saat saya
bertanya "Mohon ma'af sebelumnya, Siapa disini yang membuat Rab", serempak
mereka menjawab "FT nya Pak!”. Dan saya berkata "Okelah itu yang
lalu, tapi nanti kedepan saat sampai pada tahapan pembuatan Rab saya tidak mau
membuatkan Rab desain.Walaupun kasih dua juta pun saya tetap tidak mau, dan
saya menginginkan desa membuat Rabnya sendiri. Dan saya sampaikan pula bahwa
ilmu saya itu dulu belinya mahal, modal kuliah saya adalah dengan menjual
rumah, namun disini di program ini sebagai pendamping, ilmu di kuliah ini saya
jual murah bahkan gratis, namun kadang tetap tidak laku. Saya menginginkan hal
tersebut tidak terjadi di sini. Mereka diam sejenak dan saling pandang satu
sama lain……dan itu saat perkenalan lalu.Dan alhamdulillah sampai hari ini peristiwa itu sudah berlalu setahun
yang lalu, saat ini hampir 50% pelaku paham Rab, apa yang namanya analisa SNI
serta penerapannya dalam pembuatan Desain dan Rab, walaupun hal itu butuh waktu
yang lama serta kemauan yang cukup. Pada awal-awal memang kecamatan
saya pada saat tahap pembuatan Rab agak lambat, namun saya cukup senang
walaupun terlambat tetapi mereka faham tentang proses pembuatan Rab sampai pada
analisa……… bahkan saat ini mereka sering mendebat FT nya terkait perencanaan
dan penghitungan apabila ada kesalahan. Saya sempat ketawa sendiri dan bicara
dalam hati “wah ini tandanya jualan saya disini sudah mulai laku” Saat
ini mereka begitu bangga melihat hasil kerja mereka membuat Rab bisa terwujud
dalam bentuk sebuah bangunan dan dimanfaatkan oleh orang banyak, rasanya sudah
terbayar semua jerih payah, mulai dari perencanaan, penulisan usulan, Rab
desain……… Puas rasanya dan ada rasa bangga tersendiri dalam membangun desa.
Sumber :
FT Kec. Krejengan Kab. Probolinggo



