Rabu, 15 Januari 2014

MEMBANGUN SECARA MANDIRI KECAMATAN BANTARAN

Banyak upaya telah dilakukan  untuk membantu kegiatan pengembangan masyarakat  berbasis masyarakat desa setempat - dipahami bahwa pendekatan partisipatif merupakan salah satu isu kunci terhadap suksesnya proyek. tetapi juga terdapat kelemahan pada pemahaman dan kesadaran yang kontra-produktif  tentang bagaimana pendekatan  membangun masyarakat dan organisasi masyarakat yang kuat dan mandiri.
Masyarakat yang membuat keputusan bagi diri mereka sendiri mengenai sesuatu yang penting bagi mereka, secara bersama melakukan sesuatu yang memenuhi sebuah kebutuhan yang nyata . Melakukannya dengan cara yang terbuka, inklusif dan demokratis. Tidak ada seorangpun melakukan sebaliknya. Tidak hanya dalam hal konsultasi, keterlibatan atau partisipasi.
Beberapa dari kemitraan terasa terlalu birokratis (sebagai contoh, bentuk kerjasama dari kelompok-kelompok masyarakat didalam proyek pemerintah); atau mungkin didominasi oleh politikus/ tokoh setempat. Konsultasi seringkali terlihat sebagai sesuatu yang kadangkala sering menunda aksi/tindakan yang dibutuhkan.
Berdasarkan pengalaman dalam hal itu, sangat masuk akal bila masyarakat  kemudian  menjadi sadar dan kritis, kemudian berperan sebagai pemegang kontrol atas sesuatu yang terjadi didalam komunitas mereka.
            Seperti halnya yang terjadi di desa Gunungtugel Kecamatan Bantaran, masyarakat desa yang pada awalnya begitu awam dengan pembangunan desa, secara perlahan mulai sadar. Kebutuhan masyarakat tentang sarana insfrastruktur khususnya jalan yang selama ini hanya sebatas “nrimo ing pandum” sekarang masyarakat punya greget supaya jalan mereka dibangun. 
Desa Gunungtugel merupakan bagian integral dari wilayah Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Propinsi Jawa Timur. Desa Gunungtugel memiliki wilayah seluas 1.143.500 ha. Secara administratif pemerintahan terbagi dalam 5 Dusun dengan jumlah penduduk sekitar 4.029 jiwa. Secara topografis, Desa Gunungtugel relatif pada hamparan dataran yang dialiri satu sungai dan dimanfaatkan untuk pasokan irigasi lahan persawahan. Hampir 25% jalan utama di pedusunan telah mengalami pengerasan dan/atau pengaspalan. Beberapa ruas jalan merupakan jalan kabupaten, tetapi mayoritas merupakan jalan desa atau dusun. Jalan­-jalan kampung lorong dan Jalan desa yang masih berupa jalan tanah.
            Melalui penggalian gagasan di dusun, usulan-usulan yang dibutuhkan masyarakat di desa Gunungtugel di rekap dan kemudian diprioritaskan usulan mana yang paling dibutuhkandi forum Musyawarah Desa Perencanaan. Usulan-usulan tersebut kemudian dibawa ke perangkingan di MAD prioritas Usulan yang terintegrasi dengan Musrenbangcam pada 4 s/d 5 Maret 2013 dan dapat didanai dari dana PNPM pada MAD Pendanaan tanggal 4 April 2013. Usulan Desa Gunungtugel pada PNPM tahun anggaran 2013 yang terdanai adalah SPP 1 Kelompok dusun Karangtengah, Usulan jalan telford dusun Curah Bindu sepanjang 25 x 838 m, usulan Jalan telford,gorong-gorong plat,dan TPT dusun krajan.

            Pengerjaan jalan telford melibatkan masyarakat desa dengan bentuk swadaya kerja bakti, demi jalan yang lebih baik, masyarakat rela menyisihkan waktunya untuk melaksanakan kerja bakti. Hingga pada tanggal 11 Desember 2013 pengerjaan sudah bias diserahterimakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan di Desa ke pemerintahan desa. Jalan tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sekaligus juga masyarakat desa wonoasri Kec.Ranuyoso Kab. Lumajang,karena desa gunungtugel berbatasan langsung dengan Kab. Lumajang.



 Sumber :
1. Fasilitator Kecamatan
2. Fasilitator Teknik Kecamatan
3. Unit Pengelola Keuangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tutorial membuat game pong menggunakan scratcth

 perkenalkan nama saya Nama          : Kinanti Citra Kirana  Kelas          :    7A asalamualaikum saya akan memberitahu hasil saya membuat ...