Banyak upaya telah dilakukan untuk
membantu kegiatan pengembangan masyarakat
berbasis masyarakat desa setempat - dipahami bahwa pendekatan
partisipatif merupakan salah satu isu kunci terhadap suksesnya proyek. tetapi
juga terdapat kelemahan pada pemahaman dan kesadaran yang kontra-produktif tentang bagaimana pendekatan membangun masyarakat dan organisasi
masyarakat yang kuat dan mandiri.
Masyarakat
yang membuat keputusan bagi diri mereka sendiri mengenai sesuatu yang penting
bagi mereka, secara bersama melakukan sesuatu yang memenuhi sebuah kebutuhan
yang nyata . Melakukannya dengan cara yang terbuka, inklusif dan demokratis.
Tidak ada seorangpun melakukan sebaliknya. Tidak hanya dalam hal konsultasi,
keterlibatan atau partisipasi.
Beberapa
dari kemitraan terasa terlalu birokratis (sebagai contoh, bentuk kerjasama dari
kelompok-kelompok masyarakat didalam proyek pemerintah); atau mungkin
didominasi oleh politikus/ tokoh setempat. Konsultasi seringkali
terlihat sebagai sesuatu yang kadangkala sering menunda aksi/tindakan yang
dibutuhkan.
Berdasarkan
pengalaman dalam hal itu, sangat masuk akal bila masyarakat kemudian
menjadi sadar dan kritis, kemudian berperan sebagai pemegang kontrol
atas sesuatu yang terjadi didalam komunitas mereka.
Seperti
halnya yang terjadi di desa Gunungtugel Kecamatan Bantaran, masyarakat desa
yang pada awalnya begitu awam dengan pembangunan desa, secara perlahan mulai
sadar. Kebutuhan masyarakat tentang sarana insfrastruktur khususnya jalan yang selama ini hanya
sebatas “nrimo ing pandum” sekarang masyarakat punya greget supaya jalan mereka
dibangun.
Desa Gunungtugel
merupakan bagian integral dari wilayah Kecamatan Bantaran, Kabupaten
Probolinggo, Propinsi Jawa Timur. Desa Gunungtugel memiliki wilayah seluas
1.143.500 ha.
Secara administratif
pemerintahan terbagi dalam 5 Dusun dengan jumlah penduduk sekitar 4.029 jiwa. Secara topografis, Desa Gunungtugel relatif pada
hamparan dataran yang dialiri satu sungai dan dimanfaatkan untuk pasokan irigasi
lahan persawahan.
Hampir 25% jalan utama di
pedusunan telah mengalami pengerasan dan/atau pengaspalan. Beberapa ruas jalan
merupakan jalan kabupaten, tetapi mayoritas merupakan jalan desa atau dusun.
Jalan-jalan kampung lorong dan Jalan desa yang masih berupa
jalan tanah.
Melalui penggalian
gagasan di dusun, usulan-usulan yang dibutuhkan masyarakat di desa Gunungtugel
di rekap dan kemudian diprioritaskan usulan mana yang paling dibutuhkandi forum
Musyawarah Desa Perencanaan. Usulan-usulan tersebut kemudian dibawa ke
perangkingan di MAD prioritas Usulan yang terintegrasi dengan Musrenbangcam
pada 4 s/d 5 Maret 2013 dan dapat didanai dari dana PNPM pada MAD Pendanaan
tanggal 4 April 2013. Usulan Desa Gunungtugel pada PNPM tahun anggaran 2013
yang terdanai adalah SPP 1 Kelompok dusun Karangtengah, Usulan jalan telford
dusun Curah Bindu sepanjang 25 x 838 m, usulan Jalan telford,gorong-gorong
plat,dan TPT dusun krajan.
Pengerjaan
jalan telford melibatkan masyarakat desa dengan bentuk swadaya kerja bakti,
demi jalan yang lebih baik, masyarakat rela menyisihkan waktunya untuk melaksanakan
kerja bakti. Hingga pada tanggal 11 Desember 2013 pengerjaan sudah bias
diserahterimakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan di Desa ke pemerintahan desa.
Jalan tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sekaligus juga
masyarakat desa wonoasri Kec.Ranuyoso Kab. Lumajang,karena
desa gunungtugel berbatasan langsung dengan Kab. Lumajang.
Sumber :
1. Fasilitator Kecamatan
2. Fasilitator Teknik Kecamatan
3. Unit Pengelola Keuangan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar